Mempelai Pria
Dengan segala kerendahan hati, memohon doa restu untuk memulai perjalanan hidup bersama pujaan hatinya.
Kepada Yth.
Bapak / Ibu / Saudara/iTamu Undangan
Dengan penuh sukacita, kami menanti hari di mana dua hati dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Dengan memohon rahmat dan ridha Allah SWT, kami bermaksud menyempurnakan separuh agama dan mengikuti sunnah Rasulullah dalam membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.
“Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.”
Maha suci Allah yang telah mempertemukan dan menyatukan hati kami:
Dengan segala kerendahan hati, memohon doa restu untuk memulai perjalanan hidup bersama pujaan hatinya.
Dengan hati penuh syukur, menyambut babak baru kehidupan bersama lelaki pilihannya.
Dua nama yang berbeda, kini berjalan menuju satu cerita yang sama — cerita tentang rumah, doa, dan selamanya.
“Setiap kisah cinta punya awal yang sederhana. Kisah kami pun demikian — berawal dari perkenalan biasa, yang tanpa disadari perlahan berubah menjadi alasan untuk saling pulang.”
Semua bermula dari sebuah perkenalan yang sederhana. Tidak ada yang istimewa pada awalnya — hanya dua orang asing yang saling menyapa, berbincang seadanya, lalu berpisah tanpa tahu bahwa semesta sedang diam-diam menulis babak pertama dari cerita panjang mereka. Kamal dan Dhea tidak pernah menyangka, pertemuan itu kelak menjadi salah satu hal yang paling mereka syukuri.
Hari demi hari, percakapan yang awalnya singkat menjadi semakin panjang dan hangat. Ada tawa yang dibagi, ada cerita yang didengar dengan sungguh-sungguh, ada perhatian-perhatian kecil yang terasa begitu berarti. Dari sekadar kenal, tumbuhlah rasa nyaman — rasa yang membuat keduanya ingin selalu ada, saling menyemangati, dan saling mendoakan dalam diam.
Perjalanan mereka tidak selalu mudah. Ada hari-hari penuh tawa, ada pula masa yang menguji kesabaran dan pengertian. Namun justru di situlah mereka belajar: cinta bukan hanya tentang merayakan hal-hal indah, tetapi juga tentang bertahan, saling menguatkan, dan memilih untuk tetap berjalan beriringan apa pun keadaannya. Setiap ujian yang terlewati justru membuat ikatan itu semakin kokoh dan dewasa.
Hingga sampailah mereka pada satu keyakinan yang sama: inilah orangnya. Dengan hati yang mantap dan niat yang tulus, Kamal dan Dhea memutuskan untuk menyempurnakan perjalanan ini dalam ikatan suci pernikahan — saling berjanji untuk setia dalam suka dan duka, menua bersama, dan membangun keluarga yang penuh cinta dan keberkahan. Pada Minggu, 20 Desember 2026, janji itu akan diikrarkan di hadapan Allah SWT dan orang-orang tercinta. ♥
Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan kami. Doa dan kehadiran Anda adalah babak terindah yang melengkapi cerita ini.
Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami beserta keluarga apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu pada:
🕘 Pukul 09.00 WIB — Selesai
📍 Kp. Batununggul 2 RT 011 / RW 003
Desa Balingbing, Kecamatan Pagaden Barat,
Kabupaten Subang, Jawa Barat
Doa restu Anda adalah hadiah terindah bagi kami. Namun apabila berkenan memberikan tanda kasih, dengan senang hati kami sediakan:
Tuliskan ucapan dan doa terbaik Anda untuk kedua mempelai.
Barakallahu lakuma wa baraka ‘alaikuma wa jama‘a bainakuma fii khair. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah hingga ke Jannah-Nya. Aamiin.
Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami beserta keluarga apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu kepada kedua mempelai. Atas kehadiran serta doa yang tulus, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
MINGGU, 20 DESEMBER 2026 • SUBANG